Cara Mengatasi Kecanduan Rokok

Bismillah Assalamu Alaikum

Kemarin saya mendapat permintaan dari blogger tangguh Rey,  agar berbagi tentang pengalaman saya berhenti merokok.  Saya Merokok sejak Berumur 17 tahun dan berhasil berhenti 18 tahun kemudian, saat saya berumur 35 tahun Wuih bagaimana banyaknya endapan tart dan nikotin di saluran darah dan pernapasan saya, jadi ngeri mengingat hal itu.

Nah sebelum berbagi pengalaman saya, saya akan share beberapa cara dari para ahli tentang bagaimana cara mengatasi kecanduan rokok

Benda kecil yang dapat membahayakan nyawa manusia, itulah rokok. Ribuan orang meninggal setiap tahunnya berasal dari penyakit yang ditimbulkan akibat merokok. Dapat dikatakan sekitar 60% pria di Indonesia kecanduan terhadap rokok. Ribuan bungkus rokok terjual laku di pasaran perminggunya. Beragam penyakit dapat ditimbulkan dari merokok. Dan harga rokok sekarang mahal bro

Tetapi tetap saja banyak yang mengkonsumsinya baik di kalangan remaja, maupun orang tua. Apalagi di kalangan remaja, dimana sifat remaja suka mencoba coba sesuatu. Ia akan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Untuk itu para orang tua harus pandai memantau anak-anaknya sebelum ia terjerumus ke dalam rokok.


Penyakit penyakit yang dapat timbul akibat merokok antara lain : kanker paru-paru, kanker tenggorokan, serangan jantung dan berbagai penyakit lainnya. Merokok juga dapat membuat selera menurun akibat lidah terasa pahit. Untuk itu marilah kita atasi kecanduan merokok dari diri kita sendiri :


Niat

Niat sangat dibutuhkan, jika kamu ingin berhenti merokok. Bersungguh sungguh lah dan jangan setengah setengah.


Perlahan

Jika berhenti merokok secara instant sulit bagimu, lakukan secara perlahan. Kurangi penggunaan rokok sedikit demi sedikit dari hari ke hari.


Mengunyah Permen Karet

Jika rasa ingin menghisap rokok kamu timbul, kunyah lah permen karet sebagai alat pengganti rokok.


Pergaulan

Hindari pergaulan dengan orang orang yang merokok, usaha berhenti merokokmu tidak akan berhasil jika kamu terus terusan bergaul dengan mereka. Silaturrahmi tidak boleh putus tetapi hindarilah untuk bergaul secara rapat dengan perokok.

Nah mengenai Pengalaman saya berhenti Merokok adalah begini pertama saya beli rokok terbaik waktu itu  Aku beli sampoerna  satu bungkus aku kantongin kemana-mana tapi nggak pernah saya buka,  setiap ada yang nawarin rokok saya tampik dengan mengatakan saya punya bang ini, dan perjuangan berat bila habis makan aku pegang aja rokoknya tanpa membuka,  begitu sampai sebulan bisa tahan,  akhirnya aku kasih ke teman rokoknya masih utuh setelah sebulan. Itu sesuai hal di atas Niat, karena memang niat sudah bulat jadi aku lawan setiap keinginan untuk merokok dan godaan terbesar karena selalu memegang rokok kemana-mana dan berhasil guys Alhamdulillah.
Lebih baru Lebih lama