Monday, 12 June 2017

Dunia hanya lah sarana untuk mencari akhirat

Bismillah Assalamu Alaikum



AGAR KALIAN MENCARI AKHIRAT DENGANNYA❗️
✿ Channel https://goo.gl/q61NKi
✒️ Kalimat yang pantas untuk ditulis dengan airmata, perkataan sahabat yang para Malaikat malu kepada beliau, pemilik dua cahaya yang Allah telah meridhainya.
🎓 Utsman Bin Affan radhiyallau 'anhu berkata pada salah satu khutbah yang beliau sampaikan di akhir hayatnya:
إن الله إنما أعطاكم الدنيا لتطلبوا بها الآخرة ، ولم يعطكموها لتركنوا إليها ، إن الدنيا تفنى ، وإن الآخرة تبقى ، لا تبطرنكم الفانية ، ولا تشغلنكم عن الباقية
💟 "Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada kalian itu agar kalian mencari akhirat dengannya, dan tidaklah Allah memberikannya kepada kalian agar kalian condong kepadanya. Sesungguhnya dunia itu akan binasa sementara akhirat itu abadi. Janganlah dunia yang fana ini menjadikan kalian sombong, dan jangan pula menyibukkan kalian dari yang abadi (akhirat).
وآثروا ما يبقى على ما يفنى ؛ فإن الدنيا منقطعة ، وإن المصير إلى الله
💟 Dan pilihlah oleh kalian yang abadi daripada yang fana! Karena dunia ini akan putus dan sesungguhnya tempat kembalinya adalah kepada Allah.
اتقو الله ,فإن تقواه جنة من بأسه ، ووسيلة عنده ، واحذروا من الله الغير ، والزموا جماعتكم لا تصيروا أحزابا
💟 Bertakwalah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya takwa kepada-Nya itu adalah benteng pelindung dari siksaan-Nya, dan perantara di sisi-Nya. Dan hati-hatilah kalian dari sifat cemburu dari Allah (Jangan bermaksiat kepada-Nya). Berpeganglah kalian dengan jamaah kalian (pemerintah), janganlah kalian menjadi berpartai-partai.
📖 Allah berfirman:
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًاَ
"Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara" (QS. Ali Imran 103)
📚 [Al-Bidayah wa An-Nihayah 7/241]
🌏 Kunjungi || http://bit.ly/2seebHk
W S I

Saturday, 10 June 2017

KEUTAMAAN DZIKIR DI BULAN RAMADHAN

Bismillah Assalamu Alaikum



🌹🌻🌷💐 KEUTAMAAN DZIKIR DI BULAN RAMADHAN
✍🏼 Al-Imam Muhammad bin Muslim az-Zuhry rahimahullah berkata:
تسبيحة في رمضان أفضل من ألف تسبيحة في غيره.
"Satu kali bacaan tasbih di bulan Ramadhan lebih afdhal dibandingkan seribu tasbih di waktu yang lain."
📚 Mausu’ah Ibnu Abid Dunya, jilid 1 hlm. 368

Friday, 9 June 2017

Para Ulama Ahlul Hadits

Bismillah Assalamu Alaikum


Mari kenali para ulama Ahlul Hadits dan cek kembali ada gak ulama yg selamaini kamu ambil ilmu nya dlm perkara Bid'ah hasanah
Para Ulama Ahlul Hadits
بسم الله الرحمن الرحيم
Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur :
1. Khalifah ar-Rasyidin :
• Abu Bakr Ash-Shiddiq
• Umar bin Al-Khaththab
• Utsman bin Affan
• Ali bin Abi Thalib
2. Al-Abadillah :
• Ibnu Umar
• Ibnu Abbas
• Ibnu Az-Zubair
• Ibnu Amr
• Ibnu Mas’ud
• Aisyah binti Abubakar
• Ummu Salamah
• Zainab bint Jahsy
• Anas bin Malik
• Zaid bin Tsabit
• Abu Hurairah
• Jabir bin Abdillah
• Abu Sa’id Al-Khudri
• Mu’adz bin Jabal
• Abu Dzarr al-Ghifari
• Sa’ad bin Abi Waqqash
• Abu Darda’
3. Para Tabi’in :
• Sa’id bin Al-Musayyab wafat 90 H
• Urwah bin Zubair wafat 99 H
• Sa’id bin Jubair wafat 95 H
• Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
• Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
• Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H
• Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
• Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq
• Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
• Muhammad bin Sirin wafat 110 H
• Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
• Nafi’ bin Hurmuz wafat 117 H
• Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H
• Ikrimah wafat 105 H
• Asy Sya’by wafat 104 H
• Ibrahim an-Nakha’iy wafat 96 H
• Aqamah wafat 62 H
4. Para Tabi’ut tabi’in :
• Malik bin Anas wafat 179 H
• Al-Auza’i wafat 157 H
• Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
• Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
• Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
• Syu’bah ibn A-Hajjaj wafat 160 H
• Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H
5. Atba’ Tabi’it Tabi’in : Setelah para tabi’ut tabi’in:
• Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
• Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
• Abdurrahman bin Mahdy wafat 198 H
• Yahya bin Sa’id Al-Qaththan wafat 198 H
• Imam Syafi’i wafat 204 H
6. Murid-Murid atba’ Tabi’it Tabi’in :
• Ahmad bin Hambal wafat 241 H
• Yahya bin Ma’in wafat 233 H
• Ali bin Al-Madini wafat 234 H
• Abu Bakar bin Abi Syaibah Wafat 235 H
• Ibnu Rahawaih Wafat 238 H
• Ibnu Qutaibah Wafat 236 H
7. Kemudian murid-muridnya seperti:
• Al-Bukhari wafat 256 H
• Muslim wafat 271 H
• Ibnu Majah wafat 273 H
• Abu Hatim wafat 277 H
• Abu Zur’ah wafat 264 H
• Abu Dawud : wafat 275 H
• At-Tirmidzi wafat 279
• An Nasa’i wafat 234 H
8. Generasi berikutnya : orang-orang generasi berikutnya yang berjalan di jalan mereka adalah:
• Ibnu Jarir ath Thabary wafat 310 H
• Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
• Muhammad Ibn Sa’ad wafat 230 H
• Ad-Daruquthni wafat 385 H
• Ath-Thahawi wafat 321 H
• Al-Ajurri wafat 360 H
• Ibnu Hibban wafat 342 H
• Ath Thabarany wafat 360 H
• Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
• Al-Lalika’i wafat 416 H
• Al-Baihaqi wafat 458 H
• Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
• Ibnu Qudamah Al Maqdisi wafat 620 H
9. Murid-Murid Mereka :
• Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 H
• Ibnu Taimiyah wafat 728 H
• Al-Mizzi wafat 742 H
• Imam Adz-Dzahabi (wafat 748 H)
• Imam Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah (wafat 751 H)
• Ibnu Katsir wafat 774 H
• Asy-Syathibi wafat 790 H
• Ibnu Rajab wafat 795 H
10. Ulama Generasi Akhir :
• Ash-Shan’ani wafat 1182 H
• Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
• Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
• Al-Mubarakfuri wafat 1427 H
• Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
• Ahmad Syakir wafat 1377 H
• Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
• Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
• Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
• Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
• Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
• Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
• Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
• Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
• Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H
• Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidhahullah
• Abdul Muhsin Al-Abbad hafidhahullah
• Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah
Sumber: Makanatu Ahli Hadits karya Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali dan Wujub

TEGURAN RASULULLAH KEPADA PELAKU BID'AH

Bismillah Assalamu Alaikum


Teguran Rosululloh Kepada Pelaku Bid’ah :
Suatu ketika Rasulullah shalAllahu alaihi wasallam mendengar berita tentang pernyataan tiga orang :
Yang pertama menyatakan : "Saya akan shalat tahajjud dan tidak akan tidur malam"
Yang kedua menyatakan : "Saya akan bershaum (puasa) dan tidak akan berbuka"
Yang terakhir menyatakan : "Saya tidak akan menikah"
Maka Rasulullah shalAllahu alaihi wasallam menegur mereka, seraya berkata : "Apa urusan mereka dengan menyatakan seperti itu? Padahal saya bershaum dan saya pun berbuka, saya shalat dan saya pula tidur, dan saya menikahi wanita. Barang siapa yang membenci sunnahku maka bukanlah golonganku"(Muttafaqun alaihi)
Lihatlah... Bagi yang mau menelaah dengan fikiran tenang dan hati lapang, Tentu akan sangat mudah untuk memahaminya bahwa suatu amalan walaupun tujuan dan niatnya baik, yaitu untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah Ta'ala... Tapi jika tidak dibarengi dengan keseuaian thd tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam... Maka akan tertolak..!! Sungguh sedikit orang orang yang mengambil pelajaran..
-Abdullah Khansa-

Supaya tidak ngantuk saat khutbah

Bismillah Assalamu Alaikum

{ Agar Tidak Tertidur Ketika Khutbah Jumat }
Bismillah...
Beberapa dari kita mungkin pernah mengalami rasa kantuk ketika mendengar khutbah Jumat, bahkan tidak jarang ada yang sampai tertidur pulas. Berikut adalah beberapa tips yang insyaAllah mampu mengatasi rasa kantuk saat mendengar khutbah Jumat.
Tertidur Ketika Khutbah Jumat
Bisa jadi ketika khutbah Jumat, ada beberapa jamaah yang sangat mengantuk. Jika sampai tertidur ketika khutbah, tentu hal ini sangat tidak disukai oleh syariat. Seorang Ulama di kalangan tabi’in, Muhammad bin Sirin berkata,
كانوا يكرهون النوم والإمام يخطب ويقولون فيه قولا شديدا. قال ابن عون: ثم لقيني بعد ذلك فقال: تدري ما يقولون؟ قال: يقولون مثلهم كمثل سرية أخفقوا
“Mereka (para sahabat) membenci orang yang tidur ketika imam sedang berkhutbah. Mereka mencela dengan celaan yang keras.”
Ibnu Aun mengatakan, saya bertemu lagi dengan Ibnu Sirin. Beliau pun bertanya, “Apa komentar sahabat tentang mereka?” Ibn Sirin mengatakan, “Mereka (para sahabat) berkata, orang semisal mereka (yang tidur ketika mendengarkan khutbah) seperti pasukan perang yang gagal (tidak menang dan mendapatkan ghanimah).” [1]
Tips Mudah Menghalau Rasa Kantuk Saat Khutbah Jumat
Ada tips yang mudah dan insyaallah bisa segera menghilangkan rasa mengantuk ketika khutbah Jumat berlangsung, yaitu segera pindah tempat
1. Berpindah Tempat Duduk
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الجُمُعَةِ فَلْيَتَحَوَّلْ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ
“Apabila kalian ngantuk pada hari Jumat, maka berpindahlah dari tempat duduknya.”[2]
Hikmahnya adalah perpindahan dan bergerak akan menghilanhkan rasa ngantuk dengan mudah. Syaikh Muhammad Al-Mubarakfury menjelaskan hadits ini, beliau berkata,
ﻭﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﻓﻲ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﺘﺤﻮﻝ ﺃﻥ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺗﺬﻫﺐ ﺍﻟﻨﻌﺎﺱ
“Hikmah perintah untuk pindah tempat adalah pergerakan pindah akan menghilangkan rasa ngantuk.”[3]
2. Mandi sebelum berangkat shalat Jumat
Karena mandi memberikan rasa segar dan menghilangkan penat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
غُسْل يوم الجُمُعة واجبٌ على كلِّ محتل
“Mandi pada hari Jumat, wajib bagi setiap orang yang sudah baligh.”[4]
3. Berusaha fokus mendengarkan khutbah
Dengan cara menghadapkan muka ke arah khatib dam fokus memperhatikan khatib
Ibnu Mas’ud berkata,
قَالَ ابْنُ مَسْعُوْدٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ إِذَا اسْتَوَى عَلَى الْمِنْبَرِ اسْتَقْبَلْنَاهُ بِوُجُوهِنَا.
“Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam sudah berdiri tegak di atas mimbar, maka kami langsung menghadapkan wajah kami ke arah beliau.”[5]

Untuk bisa fokus, perlu juga menghindari hal-hal atau perbuatan yang bisa melalaikan dari khutbah seperti memainkan ujung baju, mengelupas kuku, memainkan kunci dan lain-lain.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَ
“Barangsiapa yang memegang (memain-mainkan) batu kerikilberarti dia telah berbuat sia-sia.”[6]
4. Hindari duduk memeluk lutut
Karena ini adalah posisi yang bisa menyebabkan mengantuk
Muadz bin Jabal berkata,
أَن النَبيَ صَلى اللهُ عَليه وَسَلمَ نَهَى عَنْ الْحَبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah.”[7]
Imam Al-Khattabi menjelaskan hadits ini, beliau berkata,
نهى عنها لأنها تجلب النوم فتعرض طهارته للنقض، ويمنع من استماع الخطبة
“Perbuatan ini dilarang, karena ini bisa menyebabkan ngantuk,sehingga bisa jadi wudhunya batal (jika tertidur sangat pulas, adapun hanya tidur ringan maka tidak batal, pent), dan terhalangi mendengarkan khutbah.”[8]
Demikian semoga bermanfaat.
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel Muslim.or.id
Catatan kaki:
[1] Tafsir al-Qurthubi 18/117, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, cet.II, syamilah
[2] HR. Abu Daud, Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani
[3] Lihat Tuhfatul Al-Ahwadzi karya Al-Mubarakfury
[4] HR. Bukhari dan Muslim
[5] HR. At-Tirmidzi no. 509 dishahih oleh Al-Albani di Shahih At-Tirmidzi
[6] HR. Muslim
[7] HR. Abu Daud, Tirmidzi dan dihasankan al-Albani
[8] Al-Majmu’ 4/592, syamilah

Thursday, 8 June 2017

Berbaktilah kepada orang tuamu


Bismillah Assalamu Alaikum
بسم الله الرحمن الرحیم
Dari Abu Hurairah, Rasul Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh hina) seorang yg mendapati kedua orang tuanya yg masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.”(HR. Muslim)
~Sahabat.. Berbakti pada Orang Tua adalah Perintah Allah
🍁Allah Subhanahuwata’ala berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dgn sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)
~Bakti pada Orang Tua Akan Menambah Umur
🍁Dari Anas bin Malik Radhiyallahuanhu., Nabi shallallahu’alaihi wasalam bersabda: “Siapa yg suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rizki, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dgn kerabat).” (HR. Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi, yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya)
~Semoga disisa hidup kita yg masih Allah berikan ini, kita dapat berbakti dan membahagiakan orang tua kita disepanjang usia mereka. Insya Allah..
Barakallahu Fiikum
✏️Ig#remajaislami
Slamat menikmati santapan saur,dan met menjalankan ibadah puasa,semoga amal ibadah kita diterima Allah subhana wata,ala,
aamiin

Wednesday, 7 June 2017

Hati-hati mengunjungi pengobatan alternatif

Bismillah Assalamu Alaikum

Kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif yang berbau mistik dan klenik cukup kuat dan sangat marak, tak cuma jamu tradisional, herbal dan pijat refleksi, tapi pengobatan lewat makhluk halus dan dunia ghaib seperti Jin laris manis dan banyak digandrungi.
Para pakar dunia klenik dan para petualang perdukunan, di tengah masyarakat banyak memiliki sebutan :
* Ahli metafisika menurut ilmiahnya.
* Paranormal menurut istilah media.
* Dukun menurut istilah kampungnya.
* Orang pintar menurut istilah orang bodohnya.
* Orang tua menurut istilah kaum abangan.
* Wali berkaromah menurut dunia tasawufnya.
Sebutan boleh berbeda-beda, namun hakekatnya tetap sama, sama-sama menyimpang dan merusak akidah Islam yang benar.
Di dalam Al-Quran sendiri memang ada keterangan tentang Al-Quran yang menjadi penyembuh.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman".
(QS. Yunus : 57)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian".
(QS. Al-Isra' : 82)
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".
(QS. Fushshilat : 44)
Namun dalam penerapannya agar Al-Qur'an bisa juga berfungsi sebagai penyembuh, haruslah kita mengikuti metode yang masyru’ serta telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena bila tidak, yang terjadi bisa jadi malah sebuah penghinaan dan ketidak-sopanan atas ayat-ayat Al-Qur'an itu sendiri.
Ada beberapa ayat tertentu yang oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diajarkan untuk dibaca manakala seseorang tertimpa sihir atau gangguan syetan. Begitu juga bisa merasa diri selalu was-was dan tertekan. Namun baik pilihan ayat maupun metode membacanya harus selaras dengan petunjuk dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sedangkan metode dengan menulis ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara yang salah, terputus-putus, terbalik atau sengaja dibuat salah, semua praktek itu tidak lain adalah tipu daya syetan yang memperdaya kebodohan umat Islam. Padahal yang dilakukan tidak lain sebuah penghinaan terhadap ayat-ayat yang mulia itu.
Bahkan sebagian dukun ada yang menulis ayat Al-Quran dengan darah wanita yang haidh, atau meletakkan di telapak kaki, telapak tangan, punggung, dada atau ditulis pada sepatu kuda (ladam) atau pada benda-benda yang tidak terhormat. Semua itu selain berdosa karena menghina ayat Al-Qur'an, juga merupakan perbuatan syirik, karena mengantungkan diri kepada tulisan-tulisan itu. Seolah-olah bukan Allah Subhanahu wata'ala yang menjadi tempat meminta, tetapi kepada tulisan-tulisan itu.

Apalagi bila seorang yang mengantungi tulisan itu merasa bisa jadi kebal dan tidak mempan dibacok, atau bisa menghilang dan berjalan di atas air atau berbagai keajaiban lainnya, maka semua itu adalah kerjaan syetan yang ikut bermain dan menipu, padahal saat itu orang itu sudah melakukan tindakan syirik dan sekaligus menghina Allah Subhanahu wata'ala dan kalam-Nya.

Sebaiknya seorang muslim menghindari praktek seperti itu agar Aqidahnya bisa terjaga dan baik. Dan kita semua punya kewajiban untuk memberikan penjelasan yang sejals-jelasnya kepada khalayak umat Islam atas penyimpangan seperti ini dan mengarahkan mereka untuk kembali kepada praktek yang sesuai dengan syariat Islam.

Merekalah agen utama pengedar kesyirikan dengan dalih pengobatan alternatif.
kita berharap dan berdoa, semoga ummat tidak tertipu dengan praktek sesat perdukunan, tidak terkecoh iming-iming kehebatan ilmu tenaga dalam berkedok karomah, padahal sejatinya mengandalkan bantuan jin semata.