Saturday, 4 November 2017

GADIS SALAFIYAH MENANTI PRIA SALAFI* *PERTANYAAN* .

Bismillah Assalamu Alaikum



Maaf sebelumnya Ustadz, saya gadis bercadar dan jarang keluar rumah, umur saya 28 th, mohon saran Ustadz, saya mau menikah, sudah beberapa kali ta’aruf tapi gagal, semuanya menyatakan ingin menikahi saya tapi saya tolak karena saya mengkawatirkan dien saya. Apa yang harus saya lakukan sekarang?
Akhwat, Kalbar (08525201xxxx) .
. *JAWABAN* .
.
Pertama: Kami ikut bersyukur kepada Alloh, karena ukhti walaupun belum menikah, tetapi sudah menerima nikmat yang cukup besar, dapat menerima ajaran as-salaf ash-sholih, bercadar, memelihara diri tidak sering keluar; itulah sifat wanita muslimah yang terpuji.
.
. *maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)….* (QS. an-Nisa’ [4]: 34) .
.
.
Kedua: Jangan terburu-buru menerima pasangan hidup, karena berkeluarga bukan hanya satu hari atau dua hari. Apalagi seorang wanita jika terjadi perpecahan di dalam rumah tangga lebih parah daripada laki-laki. Karena itu, Rosululloh menganjurkan kita memilih pasangan hidup yang kuat agamanya dan kuat aqidahnya. 📖 Abu Huroiroh berkata: Rosululloh Shallallahu alaihi wasallam bersabda (artinya): .
. *“Wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya (dienul Islam) maka pilihlah wanita yang memiliki dien yang kuat, kamu akan bahagia.”* (HR. Bukhori: 4700) .
.
Mafhum mukholafahnya, wanita pun demikian, dia punya hak untuk menentukan pilihannya dengan mengutamakan yang baik aqidahnya.

Ketiga: Ukhti hendaknya beriman dengan taqdir, di samping harus berusaha, hendaknya bersabar menanti kekasih yang siap mendampingi yang diridhoi oleh Alloh.
*Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Alloh adalah benar….* (QS. Ghofir [40]: 77)

Dan di antara upaya yang hendaknya ukhti kerjakan, mohonlah kepada Alloh agar diberi jodoh yang beriman, beraqidah yang benar, dan bermanhaj salaf; terutama pada malam hari dengan menjalankan sholat tahajjud dan ibadah lainnya. .
.
*Dan mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.* (QS. al-Baqoroh [2]: 45)
Dijawab oleh Ustadz Aunur Rafieq Ghufron (Pengasuh Pesantren Al-Furqan Gresik di majalah Al-Mawaddah
🌐 Group BIS & BMS - Dakwah Untuk Umat