Thursday, 2 November 2017

KENCING BISA MENYEBABKAN SIKSA

Bismillah Assalamu Alaikum

. Banyak di antara kaum muslimin yang mengabaikan perilaku ini, yakni enggan beristinja’ (cebok) setelah buang air kecil, buang air kecil sambil berdiri dan membiarkan air kencingnya itu memerciki celana dan bajunya lalu ia tidak mencuci atau membilasnya, tidak mencuci kaki atau tangan dengan air ketika terkena air kencing dan lain sebagainya. Padahal umumnya atau kebanyakan adzab kubur itu disebabkan lantaran air kencing, sebagaimana di dalam dalil-dalil berikut ini,

. عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قَالَ رَسُوْلُ اللهِصلى الله عليه و سلم: عَامَّةُ عَذَابِ اْلقَبْرِ فىِ اْلبَوْلِ فَاسْتَنْزِهُوْا مِنَ الْبَوْلِ
.
Dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Umumnya (kebanyakan) adzab kubur adalah lantaran air kencing, maka sebab itu bersihkanlah dari air kencing”. [HR al-Bazzar dan ath-Thabraniy. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih].
.
عن أنس رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صلى الله عليه و سلم: تَنَزَّهُوْا مِنَ اْلبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اْلقَبْرِ مِنَ اْلبَوْلِ
.
Dari Anas radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Bersihkanlah diri kalian dari air kencing karena kebanyakan adzab kubur itu dari sebab air kencing”. [HR ad-Daruquthniy: 453. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: hasan].
.
عن أبى هريرة رضي الله عنه قال: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: أَكْثَرُ عَذَابِ اْلقَبْرِ مِنَ اْلبَوْلِ
.
Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, “Kebanyakan adzab kubur itu disebabkan dari air kencing”. [HR Ahmad: II/ 327, 388, 389, Ibnu Majah: 348, ad-Daruquthniy: 459 dan al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih].
— bersama Uwais Al Qorni.

Cara Memakai Sandal Sesuai Sunnah

Bismillah Assalamu Alaikum



SANDAL
Alas kaki adalah suatu benda yang sudah umum dan menjadi kebutuhan untuk sekarang ini. Ada yang namanya sandal, sepatu, sepatu sandal, yang jelas semuanya adalah Alas kaki.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mencontohkan bagaimana adab kita dalam menggunakan alas kaki.
Hadits dari 'Ali radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu,
َوَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم
إِذَا اِنْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيَمِينِ, وَإِذَا نَزَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ, وَلْتَكُنْ اَلْيُمْنَى أَوَّلَهُمَا تُنْعَلُ, وَآخِرَهُمَا تُنْزَعُ
Beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, 'Jika salah seorang dari kalian menggunakan sandal maka dia mulailah dengan menggunakan sandal bagian kanan, jika dia melepaskan sandalnya maka hendaknya dia mulai dengan melepaskan sandal yang kiri. Maka jadikanlah yang kanan yang pertama kali dipakai dan jadikanlah yang kanan pula yang terakhir dilepas' (Muttafaqun Alaihi). Hadits ini adalah hadits yang shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dan yang lainnya, diriwayatkan juga oleh Imam Malik dan Abu Daud.
Nah Ikhwah Fillah, untuk memakai sandal atau alas kaki rata" kita sudah mengamalkan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Akan tetapi pada saat melepas terkadang kita, Afwan Ana maksudnya masih asal tidak memperhatikan kiri atau kanan.
INGAT :
PAKAI = KANAN
LEPAS = KIRI

Pahami, Amalkan dan Sebarkan,
Insyaallah akan menjadi ladang pahala buat kita.
Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“HR Ibnu Majah (no. 209)
Ya Allah, wafatkanlah kami di atas agama Islam dan di atas sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
#pecinta sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

Akibat Menyelisihi SUNNAH

Bismillah Assalamu Alaikum



رأى سعيد بن المسيب رجلا يصلي في وقت النهي ركعات كثيرة فنهاه.
Sa'id bin al-Musayyib melihat seseorang mengerjakan shalat pada waktu terlarang dengan sejumlah raka'at yang banyak. Beliau pun lantas melarangnya.
Maka orang itu menjawab menimpali:
يا أبا محمد يعذبني الله على الصلاة ؟!!
Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan mengadzabku karena aku mengerjakan shalat?!!.
Beliau menjawab:
لا ، ولكن يعذبك على خلاف السنة
Tidak, akan tetapi Allah akan mengadzabmu karena engkau menyelisihi as-Sunnah."
.
Al-Imam Al-Albani rahimahullah mengatakan:
.
وهذا من بدائع أجوبة سعيد بن المسيب ، وهو سلاح قوي على المبتدعة الذين يستحسنون كثيرا من البدع ويتهمون أهل السنة بأنهم ينكرون الذكر والصلاة ، وهم إنما ينكرون عليهم مخالفتهم للسنة
.
Ini diantara jawaban mengagumkan dari Sa'id bin al-Musayib. Dan itu merupakan senjata yang kuat dalam membantah ahli bid'ah yang selalu saja menganggap baik banyak dari perkara kebid'ahan dan menuduh ahlus sunnah bahwa mereka mengingkari dzikir dan shalat.
.
Padahal mereka (ahlus sunnah) hanyalah mengingkari penyelisihannya terhadap sunnah.
.
[Irwaul Ghalil: 2/236]