Monday, 30 October 2017

Cerita inspiratif – 4 lilin

Bismillah Assalamu Alaikum


.
Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.
.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka
.
Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
.
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
.
Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
.
Tanpa terduga…
.
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”
.
Lalu ia menangis tersedu-sedu.
.
Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
.
Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:
.
“Akulah HARAPAN.”
.
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
.
Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!

[source : LIFEBLOGID]

6 Hal Penting tentang Hamil di Luar nikah

Bismillah Assalamu Alaikum

Diluar pembahasan dosa zina, ada beberapa hal perlu diperhatikan terkait hamil di luar nikah: .


. 🚫Pertama, Janin Hasil Zina Tidak Boleh Digugurkan
Bagaimanapun proses janin ini muncul, dia sama sekali tidak menanggung dosa orang tuanya. Baik dari hasil zina maupun pemerkosaan. Krn itu, mengganggu janin ini, apalagi menggugurkannya adalah sebuah kezaliman dan kejahatan. Allah berfirman, “Dan apabila anak-anak yg dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8 – 9) .
.
. 🚫Kedua, Anak Hasil Zina di-nasab-kan kepada Ibunya & Tidak Boleh Kepada Bapaknya
Karena sesungguhnya bapak biologis bukanlah bapaknya secara syariat. Sehingga anak ini terlahir tanpa bapak. Dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memutuskan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yg tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth). Para ulama menyimpulkan bahwa anak hasil zina SAMA SEKALI bukan anak bapaknya. Karena itu, tidak boleh di-bin-kan ke bapaknya .
.
. 🚫Ketiga, Wali Nikah
Jika anak yg terlahir dari zina perempuan, maka anak ini tidak punya wali dari pihak keluarganya. Karena dia tidak memiliki bapak, sehingga tidak ada jalur keluarga dari pihak bapak. Sementara wali nikah hanya ada dari pihak keluarga bapak. Karena itu, wali nikah pindah ke hakim (KUA) .
.
. 🚫Keempat, Laki-Laki yang Menzinai Wanita Hingga Hamil, Tidak Boleh Menikahi Wanita Tersebut Sampai Melahirkan .
.
. 🚫Kelima, Pernikahan Tidaklah Menghilangkan Dosa Zina
Dosa zina tidak bisa hilang hanya dengan menikah. Jangan sampai Anda punya anggapan bahwa dgn menikah berarti pelaku zina telah mendapatkan ampunan. Dosa zina bisa hilang dengan taubat yang sungguh-sungguh. Seseorang akan tetap dianggap sebagai PEZINA selama dia belum bertaubat dari dosa zina .
.
. 🚫Keenam, Laki-Laki dan Wanita yg Berzina Tidak Boleh Menikah Sampai Bertaubat
Allah mengharamkan laki-laki yg baik untuk menikah dgn wanita pezina & sebaliknya.


BARANG SIAPA YANG BERIMAN MAKA HENDAKLAH IA

Bismillah Assalamu Alaikum




Tidak sedikit dari hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diawali dengan kalimat, " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, ... ". Di antaranya:
○ " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia memuliakan tetangganya ".
○ " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia memuliakan tamunya ".
○ " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berkata baik atau diam ".
○ " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia berbuat baik kepada tetangganya ".
○ " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia tidak menyakiti tetangganya ".
○ " Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya dia menyambung silaturahmi ".
○ Dan beberapa hadis lainnya.
Kalau kita cermati dan perhatikan, ternyata beberapa akhlak mulia tersebut ---seperti memuliakan tetangga dan tamu, dst---, dikaitkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan perkara keyakinan (akidah), yaitu iman kepada Allah dan hari akhir. Dari sini ada satu faedah besar, yakni hal ini menunjukkan bahwa akidah dan akhak memiliki hubungan yang begitu dan sangat erat. Keduanya selamanya tidak akan terpisahkan di dalam Islam. Jika ada kekurangan dalam hal akhlak, maka coba kita kembalikan kepada akidah. Jika ada tindak-tanduk yang tidak baik, maka coba teliti dan lihatlah keyakinan kita. Pasti di situ masalahnya.
Oleh karenanya, bila kita menginginkan kesempurnaan akhlak, maka kita harus meluruskan akidah, harus mempelajari dan mendalami masalah keyakinan dan keimanan.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا.
" Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya ". (Hadis hasan shahih riwayat at-Tirmidzi)
Ayo kita terus kaji dan dalami akidah Islam. Dengannya, semoga Allah memberikan akhlak mulia kepada kita. Jangan lupa kita bantu dengan doa kepada-Nya semata. Semoga kita diberi taufik dan kemudahan untuk menggapai akhlak mulia. Aamiin.
🇮🇩 Bagian Indonesia
🇸🇦 ICC DAMMAM KSA

KURSI PANAS MAJELIS ILMU

Bismillah Assalamu Alaikum



Di antara tempat yang diperintahkan untuk dihadiri adalah majelis ilmu. Ketika menghadirinya, seseorang akan mendapatkan banyak kebaikan. Di antaranya:
1. Pahala dari Allah ta'ala
2. Ilmu yang bermanfaat
3. Sakinah/ketenangan
4. Rahmat Allah
5. Pujian dari Allah
6. Kemudahan menuju surga
7. Mendapatkan teman saleh dan sederet keutamaan lainnya.
Namun realitanya, bagi sebagian orang, majelis ilmu ibarat kursi panas yang menjadikan dirinya tidak betah berlama-lamaan di sana. Baru sebentar saja sudah merasa gerah. Bahkan, sebagian yang lain lagi dari awal sudah tidak mau mendatanginya dengan berbagai alasan lemah melebihi lemahnya sarang laba-laba.
Padahal yang disampaikan di majelis ilmu adalah ilmu agama, yang berisi firman Allah dan sabda Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Padahal yang diwasiatkan di dalamnya adalah kebaikan yang dapat menuntun kepada surga Allah ta'ala. Padahal jika mau sabar sedikit saja, dia akan mendapatkan beberapa keutamaan yang telah disebutkan. Bahkan bisa lebih banyak lagi dan lagi.
Para Sahabat dahulu begitu dekat dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Di mana? Di masjid, di majelis ilmu. Para Sahabat dahulu senang duduk-duduk bersama beliau. Untuk apa? Untuk menimba ilmu, mengambil sedikit demi sedikit hadis dari lisan mulia beliau shallallahu alaihi wa sallam. Mereka begitu merasakan kenyamanan dan ketenangan menyimak petuah dari beliau.

Maka itu, marilah kita mendekat ke majelis ilmu. Ikut bergabung dengan mereka yang berusaha menjadi orang-orang yang saleh. Jika terasa berat di awal, maka bersabarlah. Teruslah bersabar hingga anda benar-benar merasakan nikmatnya bermajelis ilmu. Jika sudah terbiasa, maka berat bagi anda untuk meninggalkannya. Suatu saat, tempat itu akan menjadi salah satu kenangan indah bagi anda. Ayo segera ke majelis ilmu. Tidak ada kata terlambat selama ajal belum datang menyapa.

Semoga Allah memudahkan langkah kita menuju majelis ilmu dan memberikan istiqomah dalam menimba ilmu di sana. Aamiin.
🇮🇩 Bagian Indonesia
🇸🇦 ICC DAMMAM KSA

DIAM-DIAM DIA SUKA

Bismillah Assalamu Alaikum

....
○ Ternyata, diam-diam Muhammad SAleh suka bersedekah kepada fakir miskin di kampung sebelah.
○ Aisyah, diam-diam suka berbagi masakan kepada tetangga kanan kiri.
○ Abu Bakar, diam-diam suka menyisihkan uang gajinya untuk membantu menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu.


○ Yusuf, diam-diam rajin memanfaatkan waktu luang dengan membaca dan menghafal al-Qur’an, padahal kelihatannya dia sibuk bekerja.
○ Bos Ali, diam-diam rajin mentransfer sebagian gajinya ke panti asuhan anak-anak yatim.
○ Zainab, diam-diam rajin mengerjakan shalat malam dan shalat sunnah lainnya.
○ Sofiyah, diam-diam suka mendoakan kebaikan bagi orang lain; orang tua dan keluarga, teman-teman dan kaum muslimin lainnya.
○ Zakaria biasa bercanda dengan teman-temannya, tapi diam-diam dia mudah menangis ketika berduaan dengan Rabb-nya.
Jangan mudah menilai orang dari apa yang terlihat di depan mata. Bisa jadi seseorang tampak biasa saja, namun ternyata ketika sendiri ibadahnya luar biasa. Bisa jadi dia tidak terlihat banyak beramal, namun ternyata di hadapan Rabb-nya ia begitu spesial. Bisa jadi dia biasa saja di depan orang yang mengenalnya, namun di hadapan Allah ta'ala ia begitu mulia.
Jika Allah ta'ala telah membukakan pintu kebaikan bagi anda, satu atau lebih, maka jagalah baik-baik pintu tersebut. Cukup hanya Allah dan anda yang tahu, sebab hal tersebut lebih membantu untuk lebih ikhlas kepada-Nya. Bisa jadi amalan tersembunyi tersebut menjadi ibadah andalan bagi anda.
Yang diam-diam rajin qiyamul-lail teruskan. Yang diam-diam rajin bersedekah, lanjutkan. Yang diam-diam rajin membantu orang lain, tetaplah lakukan. Semoga amal rahasia tersebut menjadi pemberat timbangan amal kebaikan. Aamiin.
🇮🇩 Bagian Indonesia