Saturday, 28 October 2017

HUKUM SHALAT DI MASJID YANG DI DEPANNYA ADA KUBURAN

Bismillah Assalamu Alaikum

HUKUM SHALAT DI MASJID YANG DI DEPANNYA ADA KUBURAN

🔸 Al Imam Al Muhaddits Muqbil bin Hadi Al Wadi'iy rahimahullah :
🔺 Soal :
Apa hukum shalat di masjid yang di depannya ada kuburan?
🔺 Jawaban :
Alhamdulillah wash shalatu wassalamu alaa rasulillah wa ala alihi wa ash habihi wa man walah. Wa asy hadu an laa ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa asy hadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba'du, Maka hukum shalat di masjid yang di depannya ada kuburan yang berada di luar dinding masjid adalah sah. Karena yang terlarang adalah shalat di masjid yang di dalamnya ada kuburan. Sebagaimana telah diterangkan dalam hadits Abi Said Al Khudriy -radhiyallahu anhu- dari Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda :


"Permukaan bumi semuanya adalah masjid (tempat shalat) kecuali pekuburan dan kamar mandi"
Dan dalam Shahih Muslim dari hadits Jundub dari Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda :
"Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dahulu mereka menjadikan kuburan-kuburan Para Nabi dan orang shaleh diantara mereka menjadi masjid-masjid. Maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan menjadi masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang kalian akan hal itu".
Dan juga hadits : Sesungguhnya Nabi -shallallahu alaihi alaihi wa sallam- bersabda :
"Janganlah kalian shalat menghadap ke keburan dan janganlah kalian duduk di atasnya"
Larangan ini berlaku jika shalat menghadap ke kuburan tanpa adanya pagar atau dinding. Adapun jika terdapat pagar atau dinding, dan kuburan tersebut berada di luar mesjid, maka shalat tersebut sah in sya Allah.
📚 Kitab rujukan : Tuhfatul Mujib hal. 83
┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉
حكم الصلاة في مسجد أمامه مقبرة
للإمام المحدث مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله
السؤال :
ما حكم الصلاة في المسجد الذي أمامه مقبرة؟
الإجابة :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وأصحابه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
أما بعد : فالصلاة في المسجد الذي أمامه مقبرة خارج جدار المسجد صحيحة، لأن النهي عن الصلاة في المسجد الذي فيه مقبرة، كما جاء عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه- عن النبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- أنه قال: «الأرض كلها مسجد، إلا المقبرة والحمام».
وفي «صحيح مسلم» من حديث جندب عن النبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال: «ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد، ألا فلا تتخذوا القبور مساجد، إني أنهاكم عن ذلك».
وحديث : أن النبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم- قال: «لا تصلوا إلى القبور، ولا تجلسوا عليها».
فهذا إذا كانت الصلاة إليها بدون حائط أو جدار. أما إذا وجد الجدار أو الحائط وهي خارج المسجد، فالصلاة صحيحة إن شاء الله.
📚

Kesombongan Dari Yang Hina.

Bismillah Assalamu Alaikum

Kesombongan Dari Yang Hina.
Bagaimana mungkin manusia bisa berlaku sangat sombong..Tidakkah ia memahami asal penciptaannya..?!

A. Air Terpancar.

Allah ta’ala berfirman,
.
فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ٥ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ .
يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ .
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan?

Ia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan dada.” (ath-Thariq: 5-7)

Yakni tulang sulbi pria dan dada wanita..

Namun apakah yang dimaksud air terpancar itu?

B. Yang Hina.

Allah 'azza wa jalla berfirman,
.
ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَٰنِ مِن طِينٖ
ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُۥ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ .
“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (mani).” (QS As-Sajdah: 7-8)

Dalam ayat lain,
.
أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ .
“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina” (QS Al-Mursalat: 20)

Lalu mengapa ia yang semula hina menjadi sangat sombong lagi angkuh?

Manusia itu semula berasal dari tanah, memakan hasil tanah, berdiri di atas tanah..

Lalu kelak akan kembali ke tanah..

Kenapa masih bersifat langit?
.
.
sahabatilmu

Sesuatu yang paling mahal di dunia ini

Bismillah Assalamu Alaikum


Sesuatu yang paling mahal di dunia ini adalah hidayah mengenal sunnah. Mengapa dikatakan mahal? Karena hidayah mengenal sunnah sama seperti hidayah mengenal Islam yang haq yang murni
Bisa kita bayangkan, dari sekian trilyun manusia yang hidup di muka bumi ini, berapa di antara mereka yang mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam? Lalu dari sekian milyar orang yang beragama Islam, berapa persen di antara mereka yang hatinya tergerak untuk mau mendalami agama? Dan dari sekian persen orang yang mendalami agama Islam, berapa persenkah orang yang dalam mendalami agama dengan benar?
Kemudian dari sekian orang yang mendalami agama dengan benar, berapa persenkah orang yang mau mengamalkan ilmu yang telah didapatkan?
Oleh karena itu, hidayah mengenal sunnah serta mengamalkannya merupakan sesuatu yang sangat mahal, takkan tergantikan dengan dunia dan seisinya. Sehingga bagi yang telah mendapat hidayah yang sangat mahal ini, hendaknya ia bersyukur.
Apabila ia tidak mensyukuri nikmat hidayah tersebut, dia terancam dengan firman Allah Ta’ala:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Q.S Ibrahim: 7)
Adapun di antara bentuk siksaan Allah bagi orang yang telah mendapatkan nikmat hidayah,tapi tidak mensyukurinya ialah dicabutnya hidayah tersebut dari orang tersebut. Contoh: Orang yang dulunya semangat ngaji, tapi akhirnya menghilang dan tidak mengaji lagi.
Salah satu cara mensyukuri hidayah tersebut adalah berusaha menularkan hidayah tersebut kepada orang lain

BAPER YANG BERMANFAAT

Bismillah Assalamu Alaikum


Baper yang berkualitas itu....
dengan mengikuti jejak dan pemahaman para Salafus Shalih.
.
Rasulullah ﷺ bersabda,
.
"Sebaik-baik generasi adalah generasiku. Kemudian generasi setelah mereka, kemudian setelah mereka lagi. Kemudian akan datang suatu kaum, kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya."
[Mutafaq ‘alaihi]
.
Di antara dalil lain adalah riwayat Abu Dawud dan lainnya dengan sanad yang shahih lighairihi (shahih karena dikuatkan dengan sanad yang lain), dari Al-‘Irbadh bin Sariyah, dia berkata,
.
Rasulullah ﷺ menasehati kami dengan nasehat yang menyentuh, meneteslah air mata dan bergetarlah hati. Maka ada seseorang yang berkata:
.
“Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan. Maka apa yang akan engkau wasiatkan pada kami?”
.
Beliau bersabda:
.
“Aku wasiatkan pada kalian untuk bertakwa kepada Allah serta mendengarkan dan mentaati (pemerintah Islam), meskipun yang memerintah kalian seorang budak Habsyi. Dan sesungguhnya orang yang hidup sesudahku di antara kalian akan melihat banyak perselisihan. Wajib kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin Mahdiyyin (para pemimpin yang menggantikan Rasulullah, yang berada di atas jalan yang lurus, dan mendapatkan petunjuk). Berpegang teguhlah kalian padanya dan gigitlah ia dengan geraham-geraham kalian. Serta jauhilah perkara-perkara yang baru. Karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat."