Sunday, 22 October 2017

Diet Terpenting Bagi Seluruh Umat Islam

Bismillah Assalamu Alaikum



Bagi anda yang suka diet karena khawatir gemuk jangan terlalu baper ada satu diet yang terpenting bagi dunia akhiratmu yaitu diet STOP MAKAN DAGING SAUDARAMU SENDIRI

Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).


Sumber: https://muslim.or.id/24296-mengapa-ghibah-disamakan-dengan-memakan-bangkai-manusia.html
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat: 12).


Sumber: https://muslim.or.id/24296-mengapa-ghibah-disamakan-dengan-memakan-bangkai-manusia.html

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

BERJILBAB TAPI AKHLAK GAK BAIK

Bismillah Assalamu Alaikum



ada yang bilang
"mending kek gua nih meski ga berjilbab tapi akhlak baik gak munafik kayak mereka yang berjilbab tapi aibnya banyak!"
Mohon maaf boleh balik bertanya?
Sebenernya kalian udah tau dari dulu kalau menutup aurat itu wajib tapi kenapa kalian tak pakai? siapakah yang munafik?
oke berbicara kemunafikan,namanya manusia bukan malaikat ya pasti kita pernah berbuat dosa.
jilbab itu identitas jika kamu mengaku sebagai muslimah
jilbab itu kewajiban jika kamu mengaku beriman

mau dosanya segunung mau aib nya segunung itu tetep wajib tidak boleh dilepas
jadi tidak ada istilahnya wanita pake jilbab itu munafik meskipun ada cacat pada akhlaknya. dia tidak munafik,dia menjalankan kewajibannya dia itu mencoba menyembunyikan aibnya. barangkali dia banyak dosa dihal lain kasus lain setidaknya dia ga menumpuk lagi dosanya dengan membuka aurat nya.

jadi,jangan pernah jadikan aib buruk mu menjadi alasan kamu ga mau berjilbab atau mencela orang yang berjilbab.kalau kamu bangga apa ada dengan dirimu yang sekarang merasa apa adanya tidak munafik lantas kamu membuka jilbab itu bukan menghilangkan dosa,itu malah menambah dosa. namun yang sudah berjilbab juga harus selalu berusaha menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
masalah aib,dosa,akhlak buruk bisa diperbaiki lambat laun. Ayo pakai jilbab,tutup aurat mu cantik

HUKUM MEMEJAMKAN KEDUA MATA SAAT ZIKIR DAN DOA

Bismillah Assalamu Alaikum



Pertanyaan:
Apa hukum memejamkan kedua mata di dalam shalat, saat membaca Alquran, dan ketika doa supaya bisa lebih khusyu’ ?
Jawaban:
Alhamdulillah wash shalatu was salamu ala Rasulillah, wa ala alihi wa shahbih, amma ba’du,
Terkadang seseorang lupa, bahwa di antara prinsip dalam beragama Islam adalah sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَ قَدْ بُيِّنَ لَكُمْ
“Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga, dan menjauhkan dari Neraka, melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian”(HR. At-Thabrani, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah).
Dan di sisi yang lain, terkadang seseorang ketika beribadah juga lupa bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم
“Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Muslim dalam Shahihnya dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma).
Akibatnya, terkadang ia berani ‘berkreasi’ sendiri dalam melakukan tata cara ibadah tertentu, tanpa ia sadari.
Pernahkah hal ini Anda lakukan?
Terkadang tanpa terasa, setelah menunaikan shalat, seseorang melanjutkan berzikir dengan memejamkan mata. Ia lakukan itu tanpa kesengajaan. Demikian pula, sebagian manusia ada yang berdoa sambil memejamkan matanya, dengan tujuan agar bisa berdoa dengan khusyu‘. Apakah kedua perkara itu dibenarkan?
Berikut Fatwa-Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah (no. 223681) menjelaskan hal itu.
Pertanyaan:
Bolehkah memejamkan kedua mata saat doa dan zikir?
Jawaban:
Alhamdulillah, TIDAK DIKENAL di dalam sunnah, bahwa Nabi ﷺ dahulu memejamkan kedua matanya dalam bentuk ibadah apapun juga, baik itu shalat, baca Alquran, zikir, doa, khutbah, atau selain itu. Telah berlalu jawaban atas pertanyaan no. 22174 yang menjelaskan, bahwa memejamkan kedua mata dalam shalat itu hukumnya makruh, kecuali jika ada keperluan, yaitu adanya perkara yang menyibukkan seseorang dalam shalatnya, berupa ukiran, hiasan, ornamen, gambar, lewatnya wanita, atau semisal itu. Namun jika tidak ada keperluan, tidaklah disayariatkan seseorang memejamkan kedua mata.
Hukum Memejamkan Kedua Mata Saat Berdoa dan Berzikir [-Pent]

(Berdasarkan dalil di atas), maka jika didapatkan sebab yang diperlukan untuk memejamkan kedua mata (saat berdoa dan berzikir), maka boleh (memejamkan mata), seperti ketika didapatkan sesuatu yang menyibukkan orang yang berdoa atau berzikir.

Adapun jika tidak didapatkan sebab yang diperlukan, maka meneladani Rasulullah ﷺ -tanpa diragukan lagi- adalah lebih utama (afdhal).

Terkadang sebagian manusia memejamkan kedua matanya dengan alasan supaya khusyu’. Ini adalah perkara yang TIDAK DISYARIATKAN, dan ulama telah mengingkarinya.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: “Apa hukum memejamkan kedua mata di dalam shalat saat membaca Alquran dan ketika doa Qunut supaya bisa khusyu’ dalam shalat?”

Beliau menjawab: “Ulama telah menyebutkan, bahwa hukum memejamkan kedua mata di dalam shalat adalah makruh, kecuali jika ada sebab, semisal di hadapan seseorang yang sedang shalat ada sesuatu yang menyibukkannya atau cahaya yang terang, sangat menyilaukan kedua matanya, dalam keadaan itu boleh ia memejamkan kedua matanya, untuk menghindari bahaya tersebut. Adapun sangkaan sebagian manusia, bahwa jika memejamkan kedua matanya bisa lebih khusyu’ baginya di dalam shalatnya, saya khawatir ini termasuk TIPU DAYA SETAN untuk menjerumuskannya dalam perkara yang makruh, sedangkan ia tidak merasa. Dan apabila ia membiasakan dirinya baru bisa khusyu’ jika memejamkan kedua matanya, maka inilah biang keladi yang menjadikan dirinya merasa lebih khusyu’, jika memejamkan kedua mata, dibandingkan jika membuka kedua matanya” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-‘Utsaimin 13/299).

Namun terkadang, tanpa disengaja, seseorang memejamkan mata begitu saja saat berdoa dan berzikir, maka hal ini tidaklah mengapa.
Wallahu Ta’ala A’lam.

Penulis: Al-Ustadz Sa’id Abu Ukasyah hafizhahullah.

Imam lupa bacaan shalat nggak ada yang bantu, artis lupa lirik lagu langsung disambung banyak orang

Bismillah Assalamu Alaikum

Miris saat ini inilah kenyataan yang kita hadapi


 Noktah hitam senandung syetan

Bagaimana Allah menerangkan hal ini dalam Al-Qur’an?

Ternyata, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan akan hal ini. Satu di antaranya adalah:
Firman Allah ‘Azza wa jalla,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik. 1
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.2
Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian.3
Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram. 4
Dan masih banyak lagi, ayat-ayat lainnya yang menjelaskan akan hal ini.

Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik?

Saudaraku, termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda,
ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف
Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.”5
Saudaraku, bukankah apa yang telah dikabarkan oleh beliau itu telah terjadi pada zaman kita saat ini?
Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda,
إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان
Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”6
Kedua hadis di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik.


Sumber: https://muslim.or.id/20706-benarkah-musik-islami-itu-haram.html

Bagaimana Allah menerangkan hal ini dalam Al-Qur’an?

Ternyata, banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan akan hal ini. Satu di antaranya adalah:
Firman Allah ‘Azza wa jalla,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Lukman: 6)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik. 1
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat senior Nabi berkata ketika ditanya tentang maksud ayat ini, maka beliau menjawab bahwa itu adalah musik, seraya beliau bersumpah dan mengulangi perkataannya sebanyak tiga kali.2
Begitu juga dengan sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang didoakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar Allah memberikan kelebihan kepada beliau dalam menafsirkan Al-Qur’an sehingga beliau dijuluki sebagai Turjumanul Qur’an, bahwasanya beliau juga mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan nyanyian.3
Al-Wahidy berkata bahwasanya ayat ini menjadi dalil bahwa nyanyian itu hukumnya haram. 4
Dan masih banyak lagi, ayat-ayat lainnya yang menjelaskan akan hal ini.

Bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengkabarkan kepada umatnya tentang musik?

Saudaraku, termasuk mukjizat yang Allah Ta’ala berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengetahuan beliau tentang hal yang terjadi di masa mendatang. Dahulu, beliau pernah bersabda,
ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف
Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan alat-alat musik.”5
Saudaraku, bukankah apa yang telah dikabarkan oleh beliau itu telah terjadi pada zaman kita saat ini?
Dan juga dalam hadis lain, secara terang-terangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang musik. Beliau pernah bersabda,
إني لم أنه عن البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان
Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”6
Kedua hadis di atas telah menjadi bukti untuk kita bahwasanya Allah dan Rasul-Nya telah melarang nyanyian beserta alat musik.


Sumber: https://muslim.or.id/20706-benarkah-musik-islami-itu-haram.html

Buat apa gelar yang tinggi bagi Anak lalau ketika mati ia tidak tahu memandikan jenazah kita

Bismillah Assalamu Alaikum

Jangan mati matian mengejar sesuatu yang tidak kau bawa mati.
Ada yang punya rentetan gelar begitu banyak, punya jabatan yang tinggi, sayangnya sangat malas menuntut ilmu syarie. Ditambah lagi tak punya keinginan untuk menambah ilmu akhirat, beda dengan ilmu dunianya yang terus semangat ia kejar.


.
Untuk masalah dunia betapa pintarnya, hafal nama nama pemain bola, hafal lagu lagu yang kekinian, hafal alur cerita drama korea yang lagi hits, hafal film film terbaru yang lagi diputar di bioskop, paling tau bagaimana perkara teknologi, dan semua hal lainnya. Paling pintar masalah merawat rambut,merawat wajah, sampai ada yg sangat pintar merawat kuku nya di salon. Tapi bagaimana masalah akhiratnya?agamanya? Paham kah ia masalah agamanya ? Pedulikah ia??? *
.
Bahkan untuk memandikan jenazah ayah/ibunya/istrinya/suaminya ia menyerahkan pada orang lain dengan alasan TIDAK BISA.bahkan untuk masalah mendoakan orangtua yang sudah meninggal sesuai syariat aja juga TIDAK TAHU.bahkan untuk masalah bagaimana cara zikir yang sesuai tuntunan rasulullah juga ia jawab TIDAK TAHU.
.
Wal iyadzubillah.
.
Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap
muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
.
ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺴﻠﻢ
.
“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim
“(HR. Ibnu Majah, shahih)
.
rosul shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
.
ﻭﻣﻦ ﺳﻠﻚ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻳﻠﺘﻤﺲ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻤﺎ ﺳﻬﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺑﻪ ﻃﺮﻳﻘﺎ
ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻨﺔ
.
“ Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu,
Allah akan mempermudah baginya jalan menuju
surga” (H.R Muslim)
.
Sesungguhnya Allah ta’ala membenci orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam perkara akherat”. (HR. Al-Hakim ,dishahihkan oleh al-Albani)
.
betapa singkatnya kita hidup di dunia,sangatlah sia sia jika kita terlena hanya untuk gaspol masalah dunia saja.
Sebelum semua terlambat, pergunakan sisa sisa waktu kita untuk terus semangat menuntut ilmu syarie.kenali agamamu, kenali manhajmu,kenali akidahmu, kenali suri tauladanmu RASULULLAH SALALLAHU ALAIHI WASALAM.
.
Barakallahu fiikum.