Saturday, 7 October 2017

TULISAN INI BAGI YANG SUDAH NIKAH SAJA

Bismillah Assalamu Alaikum



Hukum wanita menari di hadapan suaminya dengan memakai pakaian seksi
Syaikh Ibnu 'Utsaimin _rahimahullâhu_ berkata :
Adapun tarian wanita di hadapan suaminya dan tidak ada orang lain lagi kecuali hanya mereka berdua saja, maka ini *tidak mengapa*. .
Karena hal ini bisa jadi akan lebih membangkitkan hasrat sang suami kepada isterinya, dan segala hal yang dapat membangkitkan hasrat suami kepada isterinya maka hal ini _mathlûb_ (sesuatu yang dituntut), selama tidak ada unsur haramnya. 

Karena itu, dianjurkan bagi wanita mempercantik dirinya untuk suaminya semata, sebagaimana pula sang suami juga dianjurkan menghias dirinya untuk Istrinya. .
.
_Liqō'us Syahrî_ XII pertanyaan no 9.
#
.
Syaikh al-Albânî _rahimahullâhu_ juga pernah ditanya tentang hukumnya :
Seorang wanita yang mengenakan pakaian yang biasa dikenakan para penari di pusat/galeri kesenian, namun dikenakannya hanya di depan suaminya, bukankah hal ini mengandung sikap senang dan setuju dengan apa yang dilakukan para penari itu?

Syaikh al-Albânî menjawab bolehnya hal ini apabila dilakukan hanya diantara suami isteri saja, dan tidak ada seorang pun yang melihatnya kecuali hanya mereka sendiri.

Syaikh al-Albânî _rahimahullâhu_ menyebutkan bahwa pakaian sang isteri tersebut tidak masuk kategori _tasyabbuh_ (menyerupai orang kafir atau orang fasiq) yang tercela, karena para penari yang fasik itu, mereka menari di depan umum.

Adapun yang dikerjakan si wanita ini, eksklusif hanya antara dirinya dan suaminya saja.
Jadi, betapa jauh berbeda antara wanita yang mengenakannya khusus di depan sang suami dengan wanita yang mengenakannya di depan umum. .
.
_Silsilah al-Huda wan Nûr_ no 814. .

Jenis-Jenis Pernikahan yang di larang dalam Syariat Islam

Bismillah Assalamu Alaikum


PERNIKAHAN YANG DILARANG DALAM SYARIAT ISLAM
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Allah tidak membiarkan para hamba-Nya hidup tanpa aturan. Bahkan dalam masalah pernikahan, Allah dan Rasul-Nya menjelaskan berbagai pernikahan yang dilarang dilakukan. Oleh karenanya, wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk menjauhinya.

1. Nikah Syighar
Definisi nikah ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
ﻭَﺍﻟﺸِّﻐَﺎﺭُ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮْﻝَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻟِﻠﺮَّﺟُﻞِ : ﺯَﻭِّﺟْﻨِﻲ ﺍﺑْﻨَﺘَﻚَ ﻭَﺃُﺯَﻭِّﺟُﻚَ ﺍﺑْﻨَﺘِﻲ ﺃَﻭْ ﺯَﻭِّﺟْﻨِﻲ ﺃُﺧْﺘَﻚَ ﻭَﺃُﺯَﻭِّﺟُﻚَ ﺃُﺧْﺘِﻲ .
“Nikah syighar adalah seseorang yang berkata kepada orang lain, ‘Nikahkanlah aku dengan puterimu, maka aku akan nikahkan puteriku dengan dirimu.’ Atau berkata, ‘Nikahkanlah aku dengan saudara perempuanmu, maka aku akan nikahkan saudara perempuanku dengan dirimu.” [1]
Dalam hadits lain, beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻻَ ﺷِﻐَﺎﺭَ ﻓِﻲ ﺍْﻹِﺳْﻼَﻡِ .
“Tidak ada nikah syighar dalam Islam.” [2]
Hadits-hadits shahih di atas menjadi dalil atas haram dan tidak sahnya nikah syighar. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak membedakan, apakah nikah tersebut disebutkan mas kawin ataukah tidak.[3]

2. Nikah Tahlil
Yaitu menikahnya seorang laki-laki dengan seorang wanita yang sudah ditalak tiga oleh suami sebelumnya. Lalu laki-laki tersebut mentalaknya. Hal ini bertujuan agar wanita tersebut dapat dinikahi kembali oleh suami sebelumnya (yang telah mentalaknya tiga kali) setelah masa ‘iddah wanita itu selesai.
Nikah semacam ini haram hukumnya dan termasuk dalam perbuatan dosa besar.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻟَﻌَﻦَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻤُﺤَﻠِّﻞَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺤَﻠَّﻞَ ﻟَﻪُ .
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaknat muhallil [4] dan muhallala lahu.” [5][6]

3. Nikah Mut’ah
Nikah mut’ah disebut juga nikah sementara atau nikah terputus. Yaitu menikahnya seorang laki-laki dengan seorang wanita dalam jangka waktu tertentu; satu hari, tiga hari, sepekan, sebulan, atau lebih.
Para ulama kaum muslimin telah sepakat tentang haram dan tidak sahnya nikah mut’ah. Apabilah telah terjadi, maka nikahnya batal!
Telah diriwayatkan dari Sabrah al-Juhani radhiyal-laahu ‘anhu, ia berkata,
ﺃَﻣَﺮَﻧَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﺎﻟْﻤُﺘْﻌَﺔِ ﻋَﺎﻡَ ﺍﻟْﻔَﺘْﺢِ ﺣِﻴْﻦَ ﺩَﺧَﻠْﻨَﺎ ﻣَﻜَّﺔَ، ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻧَﺨْﺮُﺝْ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻧَﻬَﺎﻧَﺎ ﻋَﻨْﻬَﺎ .
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan kami untuk melakukan nikah mut’ah pada saat Fat-hul Makkah ketika memasuki kota Makkah. Kemudian sebelum kami mening-galkan Makkah, beliau pun telah melarang kami darinya (melakukan nikah mut’ah).” [7]
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ! ﺇِﻧِّﻲ ﻗَﺪْ ﻛُﻨْﺖُ ﺃَﺫِﻧْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍْﻻِﺳْﺘِﻤْﺘَﺎﻉِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻗَﺪْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺫَﻟِﻚَ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ .
“Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya aku pernah mengijinkan kalian untuk bersenang-senang dengan wanita (nikah mut’ah selama tiga hari). Dan sesungguhnya Allah telah mengharamkan hal tersebut (nikah mut’ah) selama-lamanya hingga hari Kiamat.” [8]

4. Nikah Dalam Masa ‘Iddah.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌْﺰِﻣُﻮﺍ ﻋُﻘْﺪَﺓَ ﺍﻟﻨِّﻜَﺎﺡِ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﺃَﺟَﻠَﻪُ
“Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa ‘iddahnya.” [Al-Baqarah : 235]

5. Nikah Dengan Wanita Kafir Selain Yahudi Dan Nasrani.[9]
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛَﺎﺕِ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳُﺆْﻣِﻦَّ ۚ ﻭَﻟَﺄَﻣَﺔٌ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺸْﺮِﻛَﺔٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﺘْﻜُﻢْ ۗ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻨْﻜِﺤُﻮﺍ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ ۚ ﻭَﻟَﻌَﺒْﺪٌ ﻣُﺆْﻣِﻦٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺸْﺮِﻙٍ ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻋْﺠَﺒَﻜُﻢْ ۗ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ۖ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ۖ ﻭَﻳُﺒَﻴِّﻦُ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُﻭﻥَ
“Dan janganlah kaum nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedangkan Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”
[Al-Baqarah : 221]

6. Nikah Dengan Wanita-Wanita Yang Diharamkan Karena Senasab Atau Hubungan Kekeluargaan Karena Pernikahan.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﺣُﺮِّﻣَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﻬَﺎﺗُﻜُﻢْ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗُﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺧَﻮَﺍﺗُﻜُﻢْ ﻭَﻋَﻤَّﺎﺗُﻜُﻢْ ﻭَﺧَﺎﻟَﺎﺗُﻜُﻢْ ﻭَﺑَﻨَﺎﺕُ ﺍﻟْﺄَﺥِ ﻭَﺑَﻨَﺎﺕُ ﺍﻟْﺄُﺧْﺖِ ﻭَﺃُﻣَّﻬَﺎﺗُﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﺎﺗِﻲ ﺃَﺭْﺿَﻌْﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺧَﻮَﺍﺗُﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺿَﺎﻋَﺔِ ﻭَﺃُﻣَّﻬَﺎﺕُ ﻧِﺴَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺑَﺎﺋِﺒُﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﺎﺗِﻲ ﻓِﻲ ﺣُﺠُﻮﺭِﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﻧِﺴَﺎﺋِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﺎﺗِﻲ ﺩَﺧَﻠْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻦَّ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﺩَﺧَﻠْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻦَّ ﻓَﻠَﺎ ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺣَﻠَﺎﺋِﻞُ ﺃَﺑْﻨَﺎﺋِﻜُﻢُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﻠَﺎﺑِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻥْ ﺗَﺠْﻤَﻌُﻮﺍ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺄُﺧْﺘَﻴْﻦِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻗَﺪْ ﺳَﻠَﻒَ ۗ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ
“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perem-puanmu, ibu-ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuan yang satu susuan denganmu, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak perempuan dari isterimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum mencampurinya (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa atasmu (jika menikahinya), (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[An-Nisaa’ : 23]
7. Nikah Dengan Wanita Yang Haram Dinikahi Disebabkan Sepersusuan, Berdasarkan Ayat Di Atas.
8. Nikah Yang Menghimpun Wanita Dengan Bibinya, Baik Dari Pihak Ayahnya Maupun Dari Pihak ibunya.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
ﻻَ ﻳُﺠْﻤَﻊُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﻭَﻋَﻤَّﺘِﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﻭَﺧَﺎﻟَﺘِﻬَﺎ .
“Tidak boleh dikumpulkan antara wanita dengan bibinya (dari pihak ayah), tidak juga antara wanitadengan bibinya (dari pihak ibu).” [10]

9. Nikah Dengan Isteri Yang Telah Ditalak Tiga.
Wanita diharamkan bagi suaminya setelah talak tiga. Tidak dihalalkan bagi suami untuk menikahinya hingga wanitu itu menikah dengan orang lain dengan pernikahan yang wajar (bukan nikah tahlil), lalu terjadi cerai antara keduanya. Maka suami sebelumnya diboleh-kan menikahi wanita itu kembali setelah masa ‘iddahnya selesai.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﻓَﺈِﻥْ ﻃَﻠَّﻘَﻬَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﺤِﻞُّ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪُ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺗَﻨْﻜِﺢَ ﺯَﻭْﺟًﺎ ﻏَﻴْﺮَﻩُ ۗ ﻓَﺈِﻥْ ﻃَﻠَّﻘَﻬَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺮَﺍﺟَﻌَﺎ ﺇِﻥْ ﻇَﻨَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﻘِﻴﻤَﺎ ﺣُﺪُﻭﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺪُﻭﺩُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺒَﻴِّﻨُﻬَﺎ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
“Kemudian jika ia menceraikannya (setelah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum ia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan bekas isteri) untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang berpengetahuan.”
[Al-Baqarah : 230]
Wanita yang telah ditalak tiga kemudian menikah dengan laki-laki lain dan ingin kembali kepada suaminya yang pertama, maka ketententuannya adalah keduanya harus sudah bercampur (bersetubuh) kemudian terjadi perceraian, maka setelah ‘iddah ia boleh kembali kepada suaminya yang pertama. Dasar harus dicampuri adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
ﻻَ، ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺬُﻭْﻗِﻰ ﻋُﺴَﻴْﻠَﺘَﻪُ ﻭَﻳَﺬُﻭْﻗِﻰ ﻋُﺴَﻴْﻠَﺘَﻚِ .
“Tidak, hingga engkau merasakan madunya (bersetubuh) dan ia merasakan madumu.”[11]

10. Nikah Pada Saat Melaksanakan Ibadah Ihram.
Orang yang sedang melaksanakan ibadah ihram tidak boleh menikah, berdasarkan sabda Nabi shallal-laahu ‘alaihi wa sallam:
ﺍَﻟْﻤُﺤْﺮِﻡُ ﻻَ ﻳَﻨْﻜِﺢُ ﻭَﻻَ ﻳَﺨْﻄُﺐُ .
“Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah atau melamar.” [12]

11. Nikah Dengan Wanita Yang Masih Bersuami.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﻭَﺍﻟْﻤُﺤْﺼَﻨَﺎﺕُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَﺎﻧُﻜُﻢْ
“Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami…” [An-Nisaa’ : 24]

12. Nikah Dengan Wanita Pezina/Pelacur.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﺍﻟﺰَّﺍﻧِﻲ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻜِﺢُ ﺇِﻟَّﺎ ﺯَﺍﻧِﻴَﺔً ﺃَﻭْ ﻣُﺸْﺮِﻛَﺔً ﻭَﺍﻟﺰَّﺍﻧِﻴَﺔُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻜِﺤُﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺯَﺍﻥٍ ﺃَﻭْ ﻣُﺸْﺮِﻙٌ ۚ ﻭَﺣُﺮِّﻡَ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ
“Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” [An-Nuur : 3]
Seorang laki-laki yang menjaga kehormatannya tidak boleh menikah dengan seorang pelacur. Begitu juga wanita yang menjaga kehormatannya tidak boleh menikah dengan laki-laki pezina. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺜَﺎﺕُ ﻟِﻠْﺨَﺒِﻴﺜِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺜُﻮﻥَ ﻟِﻠْﺨَﺒِﻴﺜَﺎﺕِ ۖ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕُ ﻟِﻠﻄَّﻴِّﺒِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟﻄَّﻴِّﺒُﻮﻥَ ﻟِﻠﻄَّﻴِّﺒَﺎﺕِ ۚ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻣُﺒَﺮَّﺀُﻭﻥَ ﻣِﻤَّﺎ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ۖ ﻟَﻬُﻢْ ﻣَﻐْﻔِﺮَﺓٌ ﻭَﺭِﺯْﻕٌ ﻛَﺮِﻳﻢٌ
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rizki yang mulia (Surga).” [An-Nuur : 26]
Namun apabila keduanya telah bertaubat dengan taubat yang nashuha (benar, jujur dan ikhlas) dan masing-masing memperbaiki diri, maka boleh dinikahi.
Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma pernah berkata mengenai laki-laki yang berzina kemudian hendak menikah dengan wanita yang dizinainya, beliau berkata, “Yang pertama adalah zina dan yang terakhir adalah nikah. Yang pertama adalah haram sedangkan yang terakhir halal.”[13]

13. Nikah Dengan Lebih Dari Empat Wanita.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ﻭَﺇِﻥْ ﺧِﻔْﺘُﻢْ ﺃَﻟَّﺎ ﺗُﻘْﺴِﻄُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻴَﺘَﺎﻣَﻰٰ ﻓَﺎﻧْﻜِﺤُﻮﺍ ﻣَﺎ ﻃَﺎﺏَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻣَﺜْﻨَﻰٰ ﻭَﺛُﻠَﺎﺙَ ﻭَﺭُﺑَﺎﻉَ
“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat…” [An-Nisaa’ : 3]
Ketika ada seorang Shahabat bernama Ghailan bin Salamah masuk Islam dengan isteri-isterinya, sedangkan ia memiliki sepuluh orang isteri. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memilih empat orang isteri, beliau bersabda,
ﺃَﻣْﺴِﻚْ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ ﻭَﻓَﺎﺭِﻕْ ﺳَﺎﺋِﺮَﻫُﻦَّ .
“Tetaplah engkau bersama keempat isterimu dan ceraikanlah selebihnya.” [14]
Juga ketika ada seorang Shahabat bernama Qais bin al-Harits mengatakan bahwa ia akan masuk Islam sedangkan ia memiliki delapan orang isteri. Maka ia mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan men-ceritakan keadaannya. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﺧْﺘَﺮْ ﻣِﻨْﻬُﻦَّ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ .
“Pilihlah empat orang dari mereka.” [15]
[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Bogor – Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa’dah 1427H/Desember 2006]

Ternyata Abjad A sd Z ada kepanjangannya

Bismillah Assalamu Alaikum



Inilah arti abjad A sd Z :

A llah
B eri kita hidup
C uma seketika
D i dunia ini...
E lok kita muhasabah
F ikir akan akhir hayat
G erbang akhirat pun
H ampir tiba
I nilah hakikat hidup
J anji Allah itu pasti
K alimat syahadat
L ailaha Illallah
MuhammadurRasulullah
N ikmat dunia sementara
O rang muda atau tua
P asti merasakan mati
Q ualiti Iman jaminan syurga
R asulullah s.a.w sabda :
S iapa bisa ucap syahadat jaminannya syurga
T api..jika gagal...
U ntuk mereka adalah neraka
V isi kita adalah akhirat
W alaupun dunia didepan kita
Y ang pasti semua akan tinggal...
Z alimnya kita jika tak ada Iman dan Amal.

😳 jadi sungguh ajaib. Mula2 ga percaya - Subhanaallah

ISTERIMU BIDADARIMU

Bismillah Assalamu Alaikum

PARA SUAMI WAJIB BACA!!!
Seorang pria berkata :
Ketika aku dulu begitu takjub dengan isteriku, seakan² dalam pandanganku tidak ada wanita yang Allâh ciptakan secantik dia di alam semesta ini …
Tatkala kupinang dirinya, kulihat banyak wanita lain yang sama (cantiknya) dengan dirinya…
Tatkala kunikahi dirinya, kulihat banyak wanita lain yang lebih cantik dari dirinya…
Setelah pernikahan kita berjalan selama beberapa tahun, kulihat bahwa setiap wanita lain lebih cantik dari isteriku…
📗📗 Lalu seorang Syaikh berkata :
Maukah kamu saya beritahukan yang lebih buruk dan lebih jelek dari hal tsb?
Pria tersebut menjawab : tentu saja
Lalu Syaikh melanjutkan :
Sekiranya kamu menikahi semua wanita di dunia ini…
Niscaya anjing buluk betina di jalanan kampung adalah lebih cantik daripada seluruh wanita di di dunia ini!!
Pria tersebut tersenyum simpul, lalu berkata :
Kenapa Anda sampai berkata demikian wahai Syaikh?
Syaikh pun menjawab :
👉🏻Karena masalahnya bukanlah pada isterimu…
👉🏻Namun masalahnya adalah apabila seseorang telah diberi, hatinya menjadi tamak dan matanya liar (mata keranjang)
💢Rasa malunya kepada Allah telah hilang
💢Sehingga tidak mungkin matanya terisi melainkan dengan tanah kuburannya sendiri
👉🏻Sebagaimana sabda Nabi Shallallâhu alaihi wa Salam :
Tidaklah seorang anak Adam dapat memenuhi matanya kecuali dengan tanah, dan dapat bertaubat kepada Allah melainkan orang² yang mau kembali…
💢 Wahai pria, masalahmu sebenarnya adalah karena dirimu sendiri tidak bisa menundukkan pandanganmu dari segala hal yang diharamkan Allâh!!!
Apakah kamu ingin agar isterimu bisa kembali seperti semula (yaitu menjadi wanita paling cantik sedunia)??
Pria tsb menjawab : iya
Syaikh mengatakan : TUNDUKKAN PANDANGANMU!!!
Allâh Ta’âlâ berfirman :
“Katakan kpd laki² beriman agar menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Yg demikian ini adalah lbh suci bagi mereka, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yg mereka kerjakan.” (QS an-Nûr)

JERAT-JERAT IBLIS DALAM PAKAIAN MUSLIMAH

Bismillah Assalamu Alaikum

✒️ Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi.
🌺 Alhamdulillah hijab syar'i kini mulai semarak dan mulai menjadi trend Ini adalah kebaikan dan kemuliaan.
Tapi setan gak mau ketinggalan ia terus berusaha tetap menyesatkan walau hijab sudah syar'i.


🔥 Setan menumbuhkan semangat di hati para muslimah untuk mengoleksi hijab syar'i dengan berbagai mode.
Serta membuatnya lupa dengan semangat memperbaiki akhlaq.
🔥 Setan menjerat nya dengan senang menumpuk-numpuk pakaian dan mengurangi sedekahnya.
Setan terus menumbuhkan semangtnya utk tampil cantik dan syar'i namun melupakan diri utk menambah ilmu agama.
🔥 Belum puas dg itu, setan menyemangati agar para wanita yg berhijab syar'i utk hadir di majelis-2 ta'lim dg tujuan, memamerkan koleksi hijab syar'i miliknya.
Setan pun semakin senang karena wanita muslimah sdh melupakan ilmu tawadhu dan kesederhanaan.
Hijabnya memang syar'i tapi mahalnya ga ketulungan. Wanita muslimah pun menabung sedikit-2 utk beli hijab syar'i, dan melupakan tabungan ke tanah suci.
Lupa menabung untuk qurban bahkan mudah menabung utk beli baju drpd keluar utk sedekah.
Ketika hijab syar'i yang baru dibelinya,ada sedikit cacatnya, pikirannya resah penuh kecewa.
Setan telah membuatnya lupa dengan cacat sholatnya. Cacat sedekahnya dan cacatnya baca Qur'an.
Jika hijab syar'i yang dimilikinya memiliki keindahan sempurna, ia tidak siap menyedekahkan nya. Hatinya telah menikah dengan dunia dan bercerai dari Rabb-Nya.
🔥 Jika sudah demikian, masihkah punya keinginan mengoleksinya
❗️ Milikilah hijab syar'i seperlunya. Sederhanakan lah penampilan...
📮 *MUTIARA NASEHAT MUSLIMAH*