Tuesday, 3 October 2017

Perbaikilah dirimu Wahai Fulan

Bismillah Assalamu Alaikum



al-Fudhail bin ‘Iyadh -rahimahullah- berkata,
“Hendaknya kamu disibukkan dengan memperbaiki dirimu, janganlah kamu sibuk membicarakan orang lain. Barang siapa yang senantiasa disibukkan dengan membicarakan orang lain maka sungguh dia telah terpedaya”.
(lihat ar-Risalah al-Mughniyah, Hal. 38)

Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- berkata,
“Barang siapa yang mengenali jati dirinya sendiri maka dia akan menyibukkan dengan memperbaikinya daripada sibuk mengurusi aib-aib orang lain.
Barang siapa yang mengenal kedudukan Rabbnya niscaya dia akan sibuk dalam pengabdian kepada-Nya daripada memperturutkan segala keinginan hawa nafsunya”.
(lihat al-Fawa‘id, Hal. 56)

DICELA KARENA BERPEGANG DENGAN SUNNAH? TETAP SABAR

Bismillah Assalamu Alaikum


Al-'Allâmah Shâlih Fauzân al-Fauzân _hafizhahullâhu_ berkata :
*( ولزوم السنة ماهو بالأمر السهل ، فيه ابتلاء وامتحان، هناك ناس يعيرونك ويؤذونك ويتنقصونك، ويقولون : هذا متشدد متنطع إلى آخره ، أو ربما أنهم لا يكتفون بالكلام، ربما أنهم يقتلونك أو يضربونك، أو يسجنونك .* 

*Komitmen dengan sunnah itu bukanlah perkara mudah. Di dalamnya penuh dengan berbagai ujian dan cobaan. Akan selalu ada orang² yang mencelamu, menyakitimu dan merendahkanmu. Mereka mengatakan, "ini radikal ekstrem" dll. Bahkan kadang kala tidak cukup hanya ucapan saja, mereka bisa membunuhmu, memukulmu atau memenjarakanmu.* 

*ولكن اصبر إذا كنت تريد النجاة وأن تشرب من هذا الحوض، اصبر على التمسك بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى أن تلقاه على الحوض . )* 

*Tetaplah bersabar! Jika kamu ingin keberhasilan dan bisa menenggak air dari telaga Rasulullah, maka bersabarlah di dalam berpegang dengan sunnah Rasulullah ﷺ salah kamu bersua dengan beliau di telaganya kelak.* 

📼 _Syarh ad-Durroh al-Madhiyyah fî Aqdi Ahlil Firoqil Mardhiyyah_ (190)

*Arwah Nenek Moyang*

Bismillah Assalamu Alaikum



Nenek moyang kita yang sudah wafat, mereka berada di alam kubur dan tidak bisa memberikan manfaat atau bahaya terhadap orang yang masih hidup.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

*_"Ketika seorang insan mati, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya"_* (HR. Muslim).

Dan dalil-dalil menunjukkan bahwa di alam kubur seorang akan mendapat nikmat atau adzab kubur hingga hari kiamat. Jadi ngga bisa jalan-jalan keluyuran kesana-kemari.

Makanya kata Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam :

إن القبر أول منازل الآخرة فمن نجا منه فما بعده أيسر منه ، ومن لم ينج منه فما بعده أشد منه

*_"Alam kubur adalah awal perjalanan akhirat, barang siapa yang berhasil di alam kubur, maka setelahnya lebih mudah. Barang siapa yang tidak berhasil, maka setelahnya lebih berat"_* (HR. Tirmidzi, hadits hasan).

Andaikan di alam kubur itu bisa bebas jalan-jalan, memantau anak-cucu kita, membantu keluarga dan anak keturunan kita, tidak ada beban apa-apa, mungkin kita semua inginnya mati saja.

Mereka juga tidak bisa menerima sesajen anda, kiriman bunga melati, menyan dan ayam ingkung anda. Layanan jasa ekspedisi ngga sampai ke alam kubur. Hanya amal jariyah, pahala dari ilmu yang bermanfaat yang pernah mereka sebarkan dan doa anak-anak mereka yang shalih yang ditransfer untuk menambah rekening pahala mereka.

So, mari berpikir cerdas. Nenek moyang yang sudah wafat, mari kita doakan mereka agar mereka diampuni dosa-dosanya. Bukan kita berdoa kepada mereka atau meminta tolong kepada mereka. Mintalah pertolongan kepada Allah Ta'ala !
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•