Sunday, 5 November 2017

Bolehkah Saya menjadi sahabatmu

Bismillah Assalamu Alaikum



Nerakamu memang bukan urusanku dan surga belum tentu jadi miliku. Tapi mengajakmu dalam kebaikan adalah kewajibanku
Banyak orang yang mudah menerima kebenaran ketika kebenaran itu tidak mengusik urusan pribadinya. Namun tidak sedikit pula orang yang menolak kebenaran hanya karena kebenaran itu telah mengusik urusan pribadinya
Umar Bin Khattab Radhiyallahu'anhu berkata: Tidak ada kebaikan bagi orang yang enggan memberi nasehat dan tidak pula ada kebaikan bagi orang yang enggan menerima nasehat
Termasuk lemahnya hati, ditandai dengan senangnya saat dipuji dan merasa kesal saat dinasehati
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda dalam hadis riwayat muslim
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
Agama itu nasihat
Nasihat untuk semua tentunya. Baik penguasa, pengusaha, aparat negara hingga rakyat jelata. Karena sifat manusia pada asalnya makhluk yang lemah tak luput dari berbuat salah khilaf mudah lupa perlu untuk terus disegar segarkan ingatannya
Hasan Al Bashri berkata
استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
Perbanyaklah berteman dengan orang orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman dekat kalian”. (HR. Abu Daud)
Imam Syafi’i rahimahullah berkata:
Jika engkau memiliki teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah. Maka peganglah erat erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya sangatlah mudah
Diantara tanda sahabat terbaik adalah:
1⃣ Seseorang yang dengan melihatnya, Mengingatkan kita kepada Allah عزوجل
2⃣ Seseorang yang dengan Perkataannya, Bertambah Amal Kebaikan kita
3⃣ Seseorang yang dengan Amal amalnya, Mengingatkan kita kepada Akhirat
Share: