Monday, 23 October 2017

Adakah bid'ah hasanah?

Bismillah Assalamu Alaikum


Sebuah pertanyaan yang banyak membuat bingung kaum muslimin. Karena sebagian orang membolehkan dan sebagian lainnya melarang.

Padahal Allah telah meletakkan sebuah dasar di dalam Al Qur'an, yang seharusnya membuat mereka tidak perlu bingung ketika menghadapi sebuah polemik. Allah Ta'ala berfirman :

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ... (59)' [سورة النساء]

Artinya : "Dan jika kalian berselisih tentang sesuatu maka kembalikanlah masalah itu kepada Allah dan Rasulnya". (QS An Nisa' : 59)

Bahkan Allah tegaskan dalam lanjutan ayat di atas :

إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya : "Apabila kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya"

Jadi mengembalikan urusan kepada Allah dan Rasul-Nya atau kepada Al Qur'an dan As Sunnah adalah tanda keimanan kepada Allah dan hari Akhir, dan sebaik-baik jalan yang di tempuh.

Sekarang, mari kita perhatikan bagaimana Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam menghukumi bid'ah. Beliau bersabda :

وشر الأمور محدثاتها وكل بدعة ضلالة

Artinya : "Dan seburuk-buruk perkara adalah yang di ada-adakan dan setiap bid' ah adalah sesat". (HR Muslim no 867).

Saudaraku, apakah hadits di atas masih kurang tegas, sehingga anda mencari-cari alasan untuk lari dari hukum beliau.

Ingatlah firman Allah :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya : "Maka demi Tuhanmu, pada hakikatnya mereka tidaklah beriman hingga menjadikan kami hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya".
(QS An Nisa' : 65)

Wallahu A'lam

Abu Sufyan Al Makassary
Share: