Hati-hati mengunjungi pengobatan alternatif

Bismillah Assalamu Alaikum

Kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan alternatif yang berbau mistik dan klenik cukup kuat dan sangat marak, tak cuma jamu tradisional, herbal dan pijat refleksi, tapi pengobatan lewat makhluk halus dan dunia ghaib seperti Jin laris manis dan banyak digandrungi.
Para pakar dunia klenik dan para petualang perdukunan, di tengah masyarakat banyak memiliki sebutan :
* Ahli metafisika menurut ilmiahnya.
* Paranormal menurut istilah media.
* Dukun menurut istilah kampungnya.
* Orang pintar menurut istilah orang bodohnya.
* Orang tua menurut istilah kaum abangan.
* Wali berkaromah menurut dunia tasawufnya.
Sebutan boleh berbeda-beda, namun hakekatnya tetap sama, sama-sama menyimpang dan merusak akidah Islam yang benar.
Di dalam Al-Quran sendiri memang ada keterangan tentang Al-Quran yang menjadi penyembuh.
Allah Subhanahu wata'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman".
(QS. Yunus : 57)
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian".
(QS. Al-Isra' : 82)
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh".
(QS. Fushshilat : 44)
Namun dalam penerapannya agar Al-Qur'an bisa juga berfungsi sebagai penyembuh, haruslah kita mengikuti metode yang masyru’ serta telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena bila tidak, yang terjadi bisa jadi malah sebuah penghinaan dan ketidak-sopanan atas ayat-ayat Al-Qur'an itu sendiri.
Ada beberapa ayat tertentu yang oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diajarkan untuk dibaca manakala seseorang tertimpa sihir atau gangguan syetan. Begitu juga bisa merasa diri selalu was-was dan tertekan. Namun baik pilihan ayat maupun metode membacanya harus selaras dengan petunjuk dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sedangkan metode dengan menulis ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara yang salah, terputus-putus, terbalik atau sengaja dibuat salah, semua praktek itu tidak lain adalah tipu daya syetan yang memperdaya kebodohan umat Islam. Padahal yang dilakukan tidak lain sebuah penghinaan terhadap ayat-ayat yang mulia itu.
Bahkan sebagian dukun ada yang menulis ayat Al-Quran dengan darah wanita yang haidh, atau meletakkan di telapak kaki, telapak tangan, punggung, dada atau ditulis pada sepatu kuda (ladam) atau pada benda-benda yang tidak terhormat. Semua itu selain berdosa karena menghina ayat Al-Qur'an, juga merupakan perbuatan syirik, karena mengantungkan diri kepada tulisan-tulisan itu. Seolah-olah bukan Allah Subhanahu wata'ala yang menjadi tempat meminta, tetapi kepada tulisan-tulisan itu.

Apalagi bila seorang yang mengantungi tulisan itu merasa bisa jadi kebal dan tidak mempan dibacok, atau bisa menghilang dan berjalan di atas air atau berbagai keajaiban lainnya, maka semua itu adalah kerjaan syetan yang ikut bermain dan menipu, padahal saat itu orang itu sudah melakukan tindakan syirik dan sekaligus menghina Allah Subhanahu wata'ala dan kalam-Nya.

Sebaiknya seorang muslim menghindari praktek seperti itu agar Aqidahnya bisa terjaga dan baik. Dan kita semua punya kewajiban untuk memberikan penjelasan yang sejals-jelasnya kepada khalayak umat Islam atas penyimpangan seperti ini dan mengarahkan mereka untuk kembali kepada praktek yang sesuai dengan syariat Islam.

Merekalah agen utama pengedar kesyirikan dengan dalih pengobatan alternatif.
kita berharap dan berdoa, semoga ummat tidak tertipu dengan praktek sesat perdukunan, tidak terkecoh iming-iming kehebatan ilmu tenaga dalam berkedok karomah, padahal sejatinya mengandalkan bantuan jin semata.
Previous
Next Post »