Takdir Dan Tingkatan-Tingkatannya (2/2)


Lebih dalam lagi mengenai takdir, penulis Syarh Aqidah Al-Wasithiyah menerangkan tentang iman kepada penulisan takdir seperti takdir yang meliputi seluruh makhluk, penulisan perjanjian (ketika di alam rahim), penulisan rezki, penulisan penetapan tahunan dan penulisan penetapan harian. Selain itu juga, menjelaskan secara ringkas sebagian jenis qalam (pena) alat penulis takdir itu.


Iman Kepada Penulisan Takdir, Mencakup Lima Takdir:

Takdir yang meliputi seluruh makhluk

Artinya, Allah telah mengetahui, menulis, menghendaki, dan menciptakannya, sebagaimana dijelaskan sebelumnya berikut dalil-dalilnya, dalam empat tingkatannya.

Takdir kedua adalah penulisan mitsaq (perjanjian), ketika Allah berfirman,

Dan (ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil persaksian terhadap jiwa mereka
(seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Rabbmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan,
"Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah
terhadap ini." (Al-A’raf: 172)


Takdir Al-’Umri (Penetapan umur): sekaligus penetapan rezki, aja, dan amal perbuatan seorang hamba, serta apakah ia bahagia ataukah sengsara, yaitu ketika masih berada di perut ibunya.
Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud 2

Takdir As-Sanawy (Penetapan tahunan). Allah berfirman,
Pada malam itu, dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (Ad-Dukhan:
4)

Ibnu Abbas berkata,


Ketika lailatul qadar, ditulislah pada ummul kitab, segala yang akan terjadi pada tahun itu, baik yang berupa kebaikan, keburukan, maupun rezki.


Takdir Al-Yaumi (Penetapan harian). Allah
Ta’ala berfirman,


Setiap hari Dia dalam kesibukan. (Ar-Rahman: 29)

Jadi, setiap hari Allah mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan,
mengangkat derajat suatu kaum, merendahkan kaum yang lain. 3

Takdir ini adalah penggiringan berbagai ketentuan kepada waktu yang
telah ditentukan sebelumnya. Takdir yaumy ini merupakan rincian takdir
umri (usia) ketika ruh ditiupkan ke janin yang ada di dalam perut
ibunya.


Sedangkan takdir umri juga merupakan rincian dari takdir pertama,
di masa mitsaq (perjanjian), dan takdir di masa mitsaq ini merupakan
perincian dari takdir yang ditulis oleh qalam dalam
Lauh Mahfuzh. 4



Menurut petunjuk As-Sunnah, qalam tersebut terdapat empat macam:

Qalam pertama yang umum dan menyeluruh, meliputi seluruh makhluk.

Qalam kedua ketika Adam diciptakan. Qalam ini juga bersifat umum,
tetapi hanya meliputi seluruh bani Adam saja.

Qalam ketiga ketika malaikat diutus kepada janin yang berada di perut
ibunya. Qalam ini digunakan untuk menulis empat kalimat.

Qalam keempat diciptakan untuk seorang hamba ketika telah mencapai
baligh. Qalam ini dipegang oleh para malaikat pencatat, yang mereka
gunakan untuk mencatat apa yang dikerjakan oleh bani Adam. 5


Apabila seorang hamba telah mengetahui bahwa kesemua itu berasal dari
sisi Allah, maka yang wajib baginya adalah meng-esa-kan Allah dalam
beribadah dan bertakwa kepadanya. 6

Seorang hamba berkewajiban untuk menjalankan usaha dengan penuh kesungguhan
seraya meminta pertolongan dan petunjuk kepada Allah, ia harus yakin
bahwa tidak ada musibah yang menimpanya selain dari apa yang telah
dituliskan Allah untuknya, serta meyakini dengan seyakin-yakinnya
bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat
kebajikan dan tidak menzhalimi walaupun sekecil biji dzarrah pun.


Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji dzarrahpun, niscaya
ia akan melihatnya. (Az-Zalzalah: 7 – 8).

Catatan Kaki



2
Muslim IV / 2036.

3

Lihat Al-Ma’arij Al-Qabul II / 345.

4

Ibid. hal. 24

5

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz hafizhahullah berkata bahwa
jumlah qalam tersebut hanya diketahui oleh Allah. Memastikan jumlahnya
dengan empat saja, bukanlah sesuatu yang bagus. Ibnul Qayyim pernah
menyebutkan empat qalam ini, tetapi bukan berarti tidak ada qalam
lain selain yang empat ini, karena telah dikatakan bahwa ada qalam
kelima yang digunakan untuk menulis apa saja yang terjadi dalam satu
tahun, pada lailatul qadar…


Jadi, tidak boleh memastikan bahwa qalam itu hanya ada empat. Banyak
sekali qalam yang jumlahnya hanya diketahui oleh Allah. Karena itu,
dalam hadits mi’raj, beliau bersabda, "Terdengar suara goresan
qalam (pena) …" Jumlahnya bisa jadi empat, seratus, atau
seribu, dan hanya Rabb kita sajalah yang mengetahuinya. Syarh
Ath-Thahawiyah
, Ibnu Baz dalam 32 kaset.

6

Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah, tahqiq Al-Arnauth, hal.
235.
Previous
Next Post »