Mendongkrak Popularitas, Amal pun Layu



“Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak adzab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. ali-Imran : 116 – 117)

Ini, kata Ibnul Qayyim rahimahullah dalam tafsirnya, merupakan perumpamaan yang dibuat Allah ‘azza wa jalla bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya bukan untuk ketaatan kepaad Rabbnya dan keridhaan-Nya. Apa yang mereka nafkahkan dari sebagian hartanya itu, agar bisa mendongkrak nama mereka, agar mereka dimuliakan, mendapat sanjungan dan namanya selalu diingat, mereka tidak bermaksud untuk mencari wajah Allah ‘azza wa jalla, dan bahkan apa yang mereka nafkahkan itu untuk menghalangi manusia dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala dan mengikuti Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, diserupakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan tanaman yang ditanam seseorang, dengan harapan dia akan memetik hasilnya.

Sayangnya, tanaman itu dihembus angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang karena dinginnya bisa merusak apapun yang dilaluinya, baik berupa tanaman maupun buah-buahan, sehingga seluruh pohon dan tanaman menjadi mati.
Previous
Next Post »