Jangan Terburu-buru Ingin Memetik Hasil


Syaikh Abdul Azīz bin Bāz raḥimahullāh pernah ditanya:

Apakah nasehat anda bagi para da’i yang tergesa-gesa ingin memetik buah dakwah dengan segera?
 Beliau menjawab:

Kewajiban para da’i adalah tabah, sabar, dan tidak tergesa-gesa, sampai mereka benar-benar bisa memahamkan masyarakat dan membimbing mereka sehingga mereka (masyarakat) akan bisa mengetahui apa yang Allāh wajibkan kepada mereka dan apa saja yang diharamkan atas mereka dengan dasar ilmu.

Yang wajib dilakukan adalah bersikap hati-hati (tidak terburu-buru) dan senantiasa meneliti (cek dan ricek) supaya orang awam dan pelajar benar-benar memahami apa yang disampaikan kepada mereka. Tidak masalah untuk mengulang-ulang ucapan dan menjelaskannya dengan berbagai bentuk ungkapan yang dapat menerangkan maksud dari keterangan pengajar atau pembimbing kepada orang yang bertanya atau hadirin yang lain.

Sebab, bisa jadi di antara hadirin ada yang tidak bisa memahami dengan baik bahasa pengajar atau pembimbing yang bersangkutan. Oleh sebab itu, semestinya dia (da’i) mengulang-ulang ungkapan serta menjelaskannya dengan ungkapan dan kata-kata yang bisa mereka (masyarakat) pahami supaya penjelasan yang mereka peroleh menjadi sempurna dan supaya bisa tegak hujjah kepadanya.

Untuk itulah, kesabaran sangat diperlukan. Hal itu sebagaimana firman Allāh ta’ālā (yang artinya), “Bersabarlah, sesungguhnya Allāh bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46).

Dan juga firman-Nya (yang artinya), “Bersabarlah, dan tidaklah kesabaranmu itu kecuali dengan pertolongan dari Allāh.” (QS. an-Nahl: 126).

Wallahu waliyyut taufiq.

Majmū’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah Juz 9

Sumber:

 http://www.ibnbaz.org.sa/mat/2092
ilustrasi gambar: http://ht.ly/eDiuc
artikel: www.pemudamuslim.com
Artikel Terkait
Previous
Next Post »